Friday, September 14, 2012
NCC Rainbow Week: Rainbow Onigiri
Bahan:
- Nasi putih
- Garam
Pewarna:
- Beni shoga (acar jahe), cincang kasar untuk onigiri merah
- Wortel parut untuk onigiri oranye
- Telur orak-arik diberi sedikit air kunyit untuk onigiri kuning
- Aonori (rumput laut) untuk onigiri hijau
- Kembang telang, rendam dengan air panas untuk onigiri biru
- Yukari (taburan untuk nasi, terbuat dari daun shiso ungu) untuk onigiri nila
- Air perasan bit merah parut untuk onigiri ungu
Isi:
- Umeboshi (asinan plum), cincang
- Tuna kalengan, hancurkan, campur dengan mayones dan merica secukupnya.
Cara Membuat:
- Bagi nasi jadi 7 bagian. Campur tiap bagian dengan bahan pewarna hingga didapat warna yang diinginkan.
- Tambahkan bahan isi di bagian tengahnya (isian bisa diganti sesuai selera).
- Kepal berbentuk segitiga atau cetak dengan cetakan onigiri.
Tuesday, July 31, 2012
KBB #30: Rosemary-Cheese Spritz Cookies
Rosemary-Cheese Spritz Cookies From Food Network Kitchens
Ingredients
1 cup (2 sticks) unsalted butter
1 teaspoon finely grated lemon zest
1 large egg yolk
6 tablespoons heavy cream
1 3/4 cups all-purpose flour
3/4 cup finely grated Pecorino cheese (aku pakai gouda cumin)
1/2 cup finely grated Parmesan cheese
1 tablespoon sugar
2 teaspoons minced fresh rosemary leaves
1 teaspoons fine salt
Pinch freshly ground nutmeg
Special Equipment: Cookie Press
Bring all ingredients to room temperature.
Beat the butter and lemon zest with an electric mixer at medium speed until smooth, about 30 seconds. Slowly beat in the egg yolk and cream.
Whisk the flour, pecorino, 1/4 cup of the Parmesan, sugar, rosemary, salt, and nutmeg together in a bowl. Gradually add the flour mixture into the butter mixture while mixing slowly. Scrape down the sides of the bowl, then beat on medium speed to make a slightly sticky dough.
Fill the cookie press with the dough. Assemble the press with the desired disk shape (see cook's note), and press cookies onto ungreased baking sheets. Leave about one inch between cookies. Sprinkle with the remaining 1/4 cup Parmesan and refrigerate cookies for 20 minutes.
Preheat oven to 325 degrees F.
Bake cookies, rotating pan halfway through, until golden, the cheese browns a bit, and the cookies smell nutty, about 20 to 25 minutes. Briefly cool the cookies on the baking sheets, then transfer to racks to cool. Serve or store in a tightly sealed container for up to 1 month.
Cook's Notes: These freeze beautifully. Press the cookies out into desired shapes on cookie sheets and freeze. Transfer frozen cookies to a plastic bag, seal, and keep frozen for up to 1 month. When ready to bake, lay out frozen cookies on cookie trays and bake from frozen for 25 minutes.
Some disk shapes work better than others. Since this is savory cookie, we liked the cutters that result in a cracker shape cookie.
Friday, June 1, 2012
KBB#29: Eccles Cake
Tantangan kali ini adalah sejenis pastry yang berasal dari sebuah kota di Inggris. Kue ini pertama kali tahun 1793 oleh toko James Birch, yang terletak di jalan Vicarage di kota Eccles. Kue dengan bentuk bundar pipih, dan berisi kismis ini menjadi kue yang sangat laku dikala itu dan kemudian dikenal dengan nama "Eccles Cake" sesuai dengan nama kota tempatnya berasal.
Ketika mau membuat peer KBB kali ini aku sempat keder, apalagi setelah membaca pengalaman beberapa teman-teman KBBers yang mengalami kesulitan dalam menangani adonan puff pastry.
Apalagi aku membuatnya cuma beberapa hari sebelum deadline, kalo sampai gagal tidak ada waktu untuk bikin lagi. Jadi aku bikinnya setengah resep saja, untuk mengurangi kerugian seandainya gagal.
Tapi, alhamdulillah... Setelah dua hari berkutat dengan adonan, akhirnya ecless cake-nya jadi dengan sukses. Yeayyy....
Tekstur pastry-nya ringan dan flaky. Ditambah lagi wangi butter yang gurih...
Ternyata kunci membuatnya adalah harus telaten menggiling adonan berulang kali dan rajin bolak- balik memasukkan adonan dalam lemari es agar butter dalam adonan tidak meleleh dan bocor.
Lega banget, peer kali ini pun berhasil diselesaikan...
Eccles Cakes versi terjemahan bebas
Makes about 50 smallish cakes
Puff Pastry:
1 pound (4 sticks) unsalted butter
4 cups terigu serbaguna (cnth : merk segitiga)
1 sdt garam
kurang lebih 1,5cup air es
Ambil 3 sticks butter, potong memanjang jadi 2 bagian, lalu potong 2 lagi secara melintang.
Susun bentuk kotak dalam sepotong besar kertas minyak. Taruh sepotong lagi kertas minyak diatasnya. Giling mentega tersebut hingga berbentuk 9x12inch kotak. Dinginkan minimal 4 jam dalam kulkas.
Masukkan 4cup terigu dalam food processor. Potong sisa mentega kotak2 kecil, masukkan ke dalam terigu 1 per 1 sambil menyalakan food processor, hingga didapat butiran2 halus mentega berbalut terigu yang seperti pasir.
Pindahkan ke baskom, tambahkan air es sedikit demi sedikit, aduk hingga adonan terigu menyatu.
Uleni beberapa menit hingga halus.
Bungkus dan simpan 4 jam dalam kulkas atau hingga semalaman.
Giling bentuk kotak setebal 1/4 inchi, taruh mentega ditengah2nya.
Lipat sudut2 ketengah (seperti amplop) giling hingga ke ukuran semula. Lipat bagian pinggir ke tengah, seperti melipat kertas jadi 3 bagian. Kemudian lipat 2 lagi kayak menutup buku.
Anda sedang membuat adonan menjadi lapis2 yang tipis. Menteganya kalo dipertahankan dingin, akan membuat pastry mengembang sangat bagus saat dipanggang. Bungkus adonan ini dengan rapat, simpan dalam kulkas minimal 1-2 jam. Keluarkan, giling bentuk kotak lagi.
Ulangi kembali proses melipat hingga minimal 4 putaran. 6 atau lebih putaran lebih baik lagi.
Sederhana sekali. Makin lama adonan beristirahat disela2 putaran, makin banyak putaran yang bisa di lakukan. Makin banyak putaran melipat, maka puff pastry yang dihasilkan akan makin ringan dan berlapis.
Filling:
6 sdm mentega tawar
1 batang kayu manis
1 sdt pala bubuk
1/2 sdt cengkeh, haluskan
Kulit dari 2 lemon
Kulit dari 2 jeruk
2 cups currant kering
1/2 cup kismis kuning
2 sdt brandy
1/4 cup air lemon yg baru di peras
Lelehkan mentega di atas api sedang, tambahkan rempah2 dan kulit2 jeruk. Aduk hingga wangi dalam mentega. Masukkan buah2 kering, brandy dan air lemon. Biarkan mendidih dlm api kecil selama 10-15 menit. Aduk sesekali, angkat dan biarkan dingin. Simpan dalam kulkas semalaman, supaya rasanya benar2 keluar.
Tahap akhir :
1 telur, kocok lepas.
Gula pasir
Panaskan oven hingga 200celcius. Alasi loyang dengan kertas roti. Ambil 1/3 bagian adonan pastry dari kulkas.
Adonannya seharusnya sangat dingin dan padat, tapi tidak sekeras batu.
Giling hingga tebal 1/8 inchi. Potong pakai ring cutter.
Taruh sedikit adonan isi ditengah2nya, lipat jadi 2 kayak pangsit, lalu tekan sisinya hingga rapat.
Tarik ke 2 ujungnya ke tengah, tekan dan giling sedikit hingga berbentuk lingkaran lagi. Cukup tipis hingga isi sedikit mengintip dari dalam.
Usahakan supaya tidak bocor, buat 2-3 keratan halus di permukaannya, kuaskan kocokan telur lalu taburi gula pasir.
Panggang kira2 20 menit atau hingga kecoklatan dan mengembang. Jangan langsung dimakan, karena adonan isinya yang panas akan membakar mulut anda. Pastry ini masih akan tetap enak hingga beberapa hari :)
Ketika mau membuat peer KBB kali ini aku sempat keder, apalagi setelah membaca pengalaman beberapa teman-teman KBBers yang mengalami kesulitan dalam menangani adonan puff pastry.
Apalagi aku membuatnya cuma beberapa hari sebelum deadline, kalo sampai gagal tidak ada waktu untuk bikin lagi. Jadi aku bikinnya setengah resep saja, untuk mengurangi kerugian seandainya gagal.
Tapi, alhamdulillah... Setelah dua hari berkutat dengan adonan, akhirnya ecless cake-nya jadi dengan sukses. Yeayyy....
Tekstur pastry-nya ringan dan flaky. Ditambah lagi wangi butter yang gurih...
Ternyata kunci membuatnya adalah harus telaten menggiling adonan berulang kali dan rajin bolak- balik memasukkan adonan dalam lemari es agar butter dalam adonan tidak meleleh dan bocor.
Lega banget, peer kali ini pun berhasil diselesaikan...
Eccles Cakes versi terjemahan bebas
Makes about 50 smallish cakes
Puff Pastry:
1 pound (4 sticks) unsalted butter
4 cups terigu serbaguna (cnth : merk segitiga)
1 sdt garam
kurang lebih 1,5cup air es
Ambil 3 sticks butter, potong memanjang jadi 2 bagian, lalu potong 2 lagi secara melintang.
Susun bentuk kotak dalam sepotong besar kertas minyak. Taruh sepotong lagi kertas minyak diatasnya. Giling mentega tersebut hingga berbentuk 9x12inch kotak. Dinginkan minimal 4 jam dalam kulkas.
Masukkan 4cup terigu dalam food processor. Potong sisa mentega kotak2 kecil, masukkan ke dalam terigu 1 per 1 sambil menyalakan food processor, hingga didapat butiran2 halus mentega berbalut terigu yang seperti pasir.
Pindahkan ke baskom, tambahkan air es sedikit demi sedikit, aduk hingga adonan terigu menyatu.
Uleni beberapa menit hingga halus.
Bungkus dan simpan 4 jam dalam kulkas atau hingga semalaman.
Giling bentuk kotak setebal 1/4 inchi, taruh mentega ditengah2nya.
Lipat sudut2 ketengah (seperti amplop) giling hingga ke ukuran semula. Lipat bagian pinggir ke tengah, seperti melipat kertas jadi 3 bagian. Kemudian lipat 2 lagi kayak menutup buku.
Anda sedang membuat adonan menjadi lapis2 yang tipis. Menteganya kalo dipertahankan dingin, akan membuat pastry mengembang sangat bagus saat dipanggang. Bungkus adonan ini dengan rapat, simpan dalam kulkas minimal 1-2 jam. Keluarkan, giling bentuk kotak lagi.
Ulangi kembali proses melipat hingga minimal 4 putaran. 6 atau lebih putaran lebih baik lagi.
Sederhana sekali. Makin lama adonan beristirahat disela2 putaran, makin banyak putaran yang bisa di lakukan. Makin banyak putaran melipat, maka puff pastry yang dihasilkan akan makin ringan dan berlapis.
Filling:
6 sdm mentega tawar
1 batang kayu manis
1 sdt pala bubuk
1/2 sdt cengkeh, haluskan
Kulit dari 2 lemon
Kulit dari 2 jeruk
2 cups currant kering
1/2 cup kismis kuning
2 sdt brandy
1/4 cup air lemon yg baru di peras
Lelehkan mentega di atas api sedang, tambahkan rempah2 dan kulit2 jeruk. Aduk hingga wangi dalam mentega. Masukkan buah2 kering, brandy dan air lemon. Biarkan mendidih dlm api kecil selama 10-15 menit. Aduk sesekali, angkat dan biarkan dingin. Simpan dalam kulkas semalaman, supaya rasanya benar2 keluar.
Tahap akhir :
1 telur, kocok lepas.
Gula pasir
Panaskan oven hingga 200celcius. Alasi loyang dengan kertas roti. Ambil 1/3 bagian adonan pastry dari kulkas.
Adonannya seharusnya sangat dingin dan padat, tapi tidak sekeras batu.
Giling hingga tebal 1/8 inchi. Potong pakai ring cutter.
Taruh sedikit adonan isi ditengah2nya, lipat jadi 2 kayak pangsit, lalu tekan sisinya hingga rapat.
Tarik ke 2 ujungnya ke tengah, tekan dan giling sedikit hingga berbentuk lingkaran lagi. Cukup tipis hingga isi sedikit mengintip dari dalam.
Usahakan supaya tidak bocor, buat 2-3 keratan halus di permukaannya, kuaskan kocokan telur lalu taburi gula pasir.
Panggang kira2 20 menit atau hingga kecoklatan dan mengembang. Jangan langsung dimakan, karena adonan isinya yang panas akan membakar mulut anda. Pastry ini masih akan tetap enak hingga beberapa hari :)
Saturday, March 31, 2012
KBB#28: Torta Pasqualina (Savoury Bake)
Nggak terasa sudah waktunya menerima tugas dari KBB lagi. Seperti biasa tantangannya selalu seru dan unik. Kali ini kami harus bikin Torta pasqualina. Karena cuma buat dimakan berdua sama suami dan bahannnya yang lumayan mahal, kali ini aku bikinnya setengah resep saja. Beberapa bahan yang sulit didapat terpaksa diganti sesuai ketersediaan.
Proses pembuatannya tidak terlalu sulit, yang paling lama adalah proses menggiling adonan kulitnya agar benar-benar tipis. Supaya tidak lengket alas menggiling kuoles dengan sedikit olive oil.
Hasilnya sesuai dengan perkiraan, enak dan gurih. Dalam sekejap langsung setengah loyang tandas. Menurutku paling enak memang dimakan saat masih panas, karena kalau sudah dingin kulitnya jadi mengeras.
Torta Pasqualina adalah istilah dalam bahasa Italia yang secara harfiah berarti Kue Paskah. Merupakan hidangan khas Paskah dari Piemonte dan Liguria.
Adonannya merupakan adonan berlapis, sedikit seperti 'adonan fillo', tapi lebih tebal dan disebut 'pasta matta' (=crazy dough). Kue yang berasal dari Liguria ini mengandung keju lokal “Prescinseua” yang hanya dapat ditemukan di Liguria. Kejunya sangat creamy, lembut dan sedikit asam. Jika tidak memungkinkan menemukan Prescinseau di tempat anda, bisa disubtitusi dengan ricotta yang sangat lembut atau ricotta biasa dengan tambahan sedikit susu.
Proses pembuatannya tidak terlalu sulit, yang paling lama adalah proses menggiling adonan kulitnya agar benar-benar tipis. Supaya tidak lengket alas menggiling kuoles dengan sedikit olive oil.
Hasilnya sesuai dengan perkiraan, enak dan gurih. Dalam sekejap langsung setengah loyang tandas. Menurutku paling enak memang dimakan saat masih panas, karena kalau sudah dingin kulitnya jadi mengeras.
Torta Pasqualina adalah istilah dalam bahasa Italia yang secara harfiah berarti Kue Paskah. Merupakan hidangan khas Paskah dari Piemonte dan Liguria.
Adonannya merupakan adonan berlapis, sedikit seperti 'adonan fillo', tapi lebih tebal dan disebut 'pasta matta' (=crazy dough). Kue yang berasal dari Liguria ini mengandung keju lokal “Prescinseua” yang hanya dapat ditemukan di Liguria. Kejunya sangat creamy, lembut dan sedikit asam. Jika tidak memungkinkan menemukan Prescinseau di tempat anda, bisa disubtitusi dengan ricotta yang sangat lembut atau ricotta biasa dengan tambahan sedikit susu.
Torta Pasqualina literally means 'Easter cake' in Italian. It's a typical Easter dish from Piemonte and Liguria.The dough is a layered dough, a bit like 'fillo dough', but thicker.
It's called 'pasta matta' (i.e. crazy dough) As this dish comes from Liguria it contains a local cheese called Prescinseua which can only be found in Liguria. It is very creamy, soft and slightly acidulated.
It’s unlikely you will find Prescinseau so a very soft ricotta can or a regular ricotta with the addition of a little milk will do.
It's called 'pasta matta' (i.e. crazy dough) As this dish comes from Liguria it contains a local cheese called Prescinseua which can only be found in Liguria. It is very creamy, soft and slightly acidulated.
It’s unlikely you will find Prescinseau so a very soft ricotta can or a regular ricotta with the addition of a little milk will do.
Torta Pasqualina
Source: Old Time Cooking Recipes
Ingredients:
600 g (1 lb 5 oz) white flour
6 Tbs olive oil
a pinch of salt
FILLING:
1 kg (2 lb) Swiss chard (silver beet) or spinach ---> pakai horenso
400 g (0.9 lb) cottage cheese/ricotta cheese
100 g (3.5 oz) parmesan
10 eggs
2 teaspoons marjoram, chopped ---> diganti thyme
2 teaspoons parsley, chopped
garlic, minced (optional)
olive oil
salt, pepper
Preparation:
1. DOUGH:
-Combine flour, oil, a pinch of salt and enough cold water to make a medium soft dough. (airnya kurleb 175 ml)
-Knead well for 10 minutes or until the dough becomes elastic. -Divide the dough into 14 balls.
2. FILLING:
-Clean, wash and dry the Swiss chard.
-Place in a saucepan with little boiling water and cook at high heat until wilted.
-Cool, then squeeze out excess liquid and chop finely.
-Add 50 g (1.7 oz) parmesan cheese, marjoram, parsley, garlic and 2 eggs. Season with salt and pepper.
3. Oil a round shallow oven dish, 9 inches (22 cm) in diameter. (krn cuma setengah resep, pakai loyang 16 cm)
4. Flatten each piece of dough, one at a time, making each a very thin disk, larger than the baking pan you are going to use.
5. Lay the pastry on the oven dish, allowing it to flow over the edges. Oil it lightly.
6. Place another disk over it and repeat until you have used 7 disks.
7. Spread the Swiss chard stuffing over the dough, and then spread the cottage cheese over the greens level with a knife.
8. Make 8 small cavities. Pour a raw egg into each cavity and sprinkle each with salt, pepper and remaining parmesan cheese.
9. Cover the whole lot with the same number of pastry sheets, each brushed with oil.
10. Pinch the borders and trim the excess dough, prick the top of the pie in a few places and then brush with oil.
Tuesday, January 31, 2012
KBB #27: Fortune Cookies
Tantangan KBB yang ke-27 sekaligus yang pertama di tahun 2012 ini adalah membuat fortune cookies... Mungkin karena momennya juga berdekatan dengan tahun baru imlek...
Ini dia isi surat tjinta yang dikirimkan oleh host kali ini :
Yuhuuuuuuuu...
Sudah siap semua terima tantangan baking periode Januari-Februari 2012? Siap tak siap tak perlu deg-degan, tak perlu juga banyak komat kamit ala dukun, karena kita pasti dapat banyak keberuntungan dalam tantangan baking kali ini. Karena kita akan bikiiin...Fortune Cookie!!! *tepuk tangan sorak gembira*
Yap yap yap,
Fortune Cookie atau Kue Keberuntungan adalah sebuah kue yang tipis dan renyah, yang berisi sepotong kertas dengan kata-kata yang berisi petuah atau ramalan. Meskipun biasanya disebut sebagai kue keberuntungan Tionghoa, kue ini sesungguhnya diciptakan pertama kali di California, Amerika Serikat, dan bukan di Tiongkok.
Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue “semprong” tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini akan ditemukan pesan ‘keberuntungan’ yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.
Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.
Tak perlu terlalu serius menanggapi pesan dalam kue. Ada beberapa variasi ‘permainan’ dalam mengonsumsi kue ini . Ada yang menganggap kue harus dimakan sampai habis agar keberuntungan terwujud, dan sebaliknya, kue tidak usah dimakan jika pesan di dalamnya tidak berisi keberuntungan. Itu bagi orang yang berpendapat bahwa pesan harus dibaca sebelum kue dimakan. Namun, ada pula yang menganggap kue harus dihabiskan dulu sebelum pesan dibaca.
Fortune Cookie
Source: http://chinesefood.about.com
Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.
Prep Time: 15 minutes
Cook Time: 15 minutes
Total Time: 30 minutes
Ingredients:
2 large egg whites
1/2 teaspoon pure vanilla extract
1/2 teaspoon pure almond extract
3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch
1/4 teaspoon salt
8 tablespoons granulated sugar
3 teaspoons water
Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.
2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.
Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies
Setelah membaca tips-tips dari teman-teman yang sudah bikin dan melihat cara pembuatannya di youtube, akhirnya muncul juga mood untuk membuat fortune cookies ini setelah deadline sudah mepet... Dan alhamdulillah bisa dibilang cukup berhasil di percobaan pertama. Aku membuat satu resep, dengan setengah adonan kutambah green tea powder. Hasil jadinya total 16 biji, dan semuanya bisa terlipat dengan baik.
Untuk proses pembuatan sebagian besar kulakukan sesuai resep yang disertakan, dengan beberapa catatan:
- Alas silpat untuk memanggang harus dioles mentega atau minyak sayur tipis-tipis agar tidak lengket.
- Buatku membentu adonan agar lingkaran lebih mudah dengan cara diratakan dengan punggung sendok.
- Panggang dengan oven suhu 150 C, selama sekitar 6 menit saja kalau di ovenku. Cukup sampai pinggirnya mulai keemasan agar cookies masih cukup lemas dan bisa dilipat.
- Sebaiknya jangan memanggang terlalu banyak sekaligus, kalau aku cukup dua saja tiap pemanggangan. Kalau terlalu banyak nanti keburu mengeras dan patah saat dilipat.
- Jika ingin cookies lebih renyah, bisa dipanggang lagi dengan api kecil setelah semua sudah selesai dilipat.
- Kalau bikin lagi mungkin air bisa ditambah sedikit agar adonan lebih encer dan cookies bisa lebih tipis dan renyah.
Wednesday, November 30, 2011
KBB#26: Panettone
Tantangan KBB #26 adalah membuat panettone, roti natal khas italia yang sudah lama membuat aku penasaran ingin mencobanya tapi belum terpenuhi sampai sekarang...
Setelah membaca sharing teman-teman di milis yang sudah mencoba bikin, aku sempat khawatir gagal karena banyak yang cerita kalau hasil panettone-nya kurang memuaskan karena kurang mengembang. Apalagi au belum pernah menguleni roti dengan tangan sebelumnya, biasanya sih pakai mikser atau bread maker saja.
Bermodalkan tips-tips dari teman-teman KBBers yang sukses dengan panettone-nya akhirnya aku coba membuatnya di hari-hari menjelang deadline.
Alhamdulillah Panettone-ku sukses di percobaan pertama. Biarpun sesudahnya tangan pegel-pegel gara-gara ngulenin sampai hampir setengah jam karena nggak kunjung elastis. Tapi semua itu terbayar begitu mencicipi rasanya.
Dan menurutku sih hasilnya cukup bagus... Panettone-ku matang sempurna dan mengembang dengan indahnya membentuk dome. Aromanya wangi butter dan lemon yang samar-samar. Nggak ada bau ragi yang berlebihan. Teksturnya cukup lembut bahkan sampai besoknya. Kemanisannya juga pas ditambah ada rasa buah kering yang manis asem seger.
Karena penasaran dengan rasa panettone asli, besoknya aku iseng beli satu panettone ukuran kecil di salah satu bakery. Setelah dicicpi ternyata kok rasanya jauh lebih enak bikinan sendiri ya... Hehehe (narsis.com)
Oh ya konon sejarah panettone adalah :
Roti Italia yang bersejarah, dihiasi dengan buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin, pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490. Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan. Cerita legenda yang populer adalah mengenai asal usul dari panettone.
Cerita yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak perempuan dari seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni.
Di Milan, para pengusaha memiliki kebiasaan untuk memberikan roti panettone sebagai kado natal kepada klien-klien mereka. Namun, jauh sebelumnya, panettone dikenal sebagai makanan mewah, yang tidak semua orang mampu membelinya. Hingga pada suatu saat, tehnik-tehnik produksi baru bisa menekan biaya produksi sehingga membuat panettone bisa terjangkau semua orang. Sebuah proses yang mengkombinasikan ragi dengan paper mould akan membuat ragi merata di adonan roti sehingga menjadi roti yang sangat ringan.
Saat ini panettone, dikenal di seluruh dunia dengan berbagai variasi, dengan diisi krim, ditutup dengan coklat dan icing almond. Roti ini dijual dalam kemasan cantik. Panettone dapat dinikmati dengan seribu satu cara, dipotong tipis atau tebal, disiram dengan berbagai saus, diisi atau ditutup dengan krim. Sangat cocok sekali di toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak. Panettone bukan hanya tradisi natal, tapi juga pelengkap yang lezat untuk hidangan yang nikmat.
Ini resep versi bahasa Indonesianya beserta modifikasiku:
Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Bahan :
1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi) --> 1 sachet fermipan kurleb 11 gr
65 ml (1/4 cup) gula --> aku tambah jadi 100 gr
6 tbsp air hangat (90 ml)
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu-->aku pakai 2 cups tepung komachi + 2 sdm susu bubuk untuk adonan pertama, dan sekitar 1/4 cup untuk tambahan setelahnya
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega --> (total 130 gr salted butter) bekukan sebentar, potong kotak-kotak
4 sdm sultana --> direndam dengan orange juice hangat biarkan semalam lalu tiriskan
4 sdm currant (beri berian :P) --> pakai dried cranberry, direndam bersama sultana
1 sdt vanilla
Aku tambah juga sliced almond secukupnya buat taburan
Cara Membuat :
Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit. (gambar 1)
Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. (gambar 2)
Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan.(gambar 3,4)
Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.(gambar 5,6)
Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit.(aku menguleni hampir 30 menit sapai adona cukup elastis) (gambar 7, 8)
Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.(gambar 9,10)
Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar (aku pakai loyang diameter 16 cm), masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.(almond aku taburkan di tahap ini) (gambar 11)
Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.(gambar 12)
Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.
English Version:
Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Ingredients
- 1 1/2 cakes of fresh baker's yeast
- 65 ml (1/4 cup) sugar
- 6 tbsp. warm water
- 6 egg yolks
- Finely grated zest of 1 lemon
- A pinch of salt
- 500-750 ml (2-3 cups) flour
- 100 ml (6 tbsp.) diced candied peel
- 100 g (6 tbsp.) + 2 tbsp.butter
- 4 tbsp. sultanas
- 4 tbsp. currants
- 1 tsp. vanilla
Method
Sprinkle 1 tbsp. granulated sugar and the yeast over the warm milk and let sit 3 minutes; mix and let rest in a warm draft-free place (e.g., a warm oven that has been turned off) until the mixture has doubled in volume, approximately 5 minutes;
pour the mixture into a bowl, add in the egg yolks, vanilla, lemon zest, salt and remaining sugar;
gradually mix in 500 ml (2 c.) of the flour by hand until a smooth consistency is attained - the dough should easily come together into a ball;
gradually add the butter cut into small dice and beat until the dough becomes smoother and more elastic;
add 125 to 250 ml (1/2 to 1 c.) more flour until the dough is firm and silky but not sticky;
place the ball onto a lightly floured surface. Knead the dough for approximately 10 minutes. When the dough is smooth and shiny, place into a buttered bowl; dust lightly with flour, cover with a kitchen towel and place in a warm draft-free place for about 45 minutes until doubled in volume;
punch down the dough firmly with your fist and flatten it out in the bowl; add the candied lemon peel, raisins and currants and knead until well distributed but without working the dough more than necessary;
line a large bread pan with brown paper that has been well buttered on both sides; place the dough in the pan and trace a cross on top;
cover with buttered paper and let rise again in a warm place for 15 minutes;
remove the paper from the top; brush the top with softened butter.
Baking
Preheat the oven to 200°C (400° F);
place the bread pan on the middle rack of the oven and bake for 10 minutes;
reduce the oven temperature to 160° C (350° F) and continue baking for another 30 to 40 minutes, brushing again with melted butter; the bread is done when the surface is golden and crispy;
remove from the oven; remove the paper and let cool for 15 minutes before unmolding.
Ini dia logo lulusnya... Thaks buat para ibu host..
.
Friday, November 11, 2011
NCC Chinese Food Week: Xiao Long Bao
Satu lagi resep buat NCC Chinese Food Week.
Xiao Long Bao ini salah satu menu favorit suami kalau sedang makan
dimsum di restoran.
Paling enak dimakan panas-panas, begitu digigit kaldunya langsung mengalir.
Karena ini percobaan pertama, masih belum bisa membentuk kulitnya dengan
bagus. Kayaknya masih perlu banyak latihan nih...
Biarpun kulitnya belum sempurna, tapi rasanya dijamin enak. Apalagi
kalau disantap dengan cocolan cuka hitam dan irisan jahe. Slurrp...
Xiao Long Bao
Sumber: Majalah Sedap edisi 8/VIII/2007
Bahan kuah:
750 ml air
800 gram ceker ayam, memarkan
1 cm jahe, iris halus
1 sendok teh garam
1 batang daun bawang, potong-potong
1/2 sendok makan angciu (optional)
1/2 sendok teh merica bubuk
(note: aku tambah gelatin 1/2 sendok teh)
Bahan isi:
150 gram ayam giling
50 gram udang giling
1 sendok makan daung bawang, iris halus
1 cm jahe, cincang halus
1/2 sendok teh garam
2 sendok teh saus tiram
1/2 sendok teh gula pasir
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh minyak wijen
Bahan kulit:
180 gram tepung terigu protein sedang
1/8 sendok teh garam
100 ml air panas
25 ml air dingin
1/2 sendok makan minyak goreng
Cara membuat
1. Kuah, rebus semua bahan kecuali angciu dengan api kecil sampai berkaldu.
2. Angkat ceker ayam. Potong-potong. Rebus lagi sampai mendidih. saring.
3. Tambahkan angciu. Rebus sampai mendidih (ukur 300 ml). Tuang ke
baskom. Dinginkan dalam lemari es sampai beku.
4. Potong-potong kecil puding kaldu.
5. Isi, aduk rata bahan isi dan bahan puding kaldu. Simpan dalam lemari es.
6. Kulit, seduh tepung terigu dan garam dalam air panas. Aduk dengan
sendok kayu.
7. Masukkan air dingin dan minyak goreng. Uleni sampai kalis. Diamkan 30 menit.
8. Bagi adonan menjadi 30 bagian. Giling tipis adonan sambil ditabur
tepung terigu. Cetak diameter 9 cm. Beri isi, tangkupkan kulit. Pilin
sambil diuntir bagian atasnya.
9. Kukus 6 menit dengan api sedang. Sajikan panas.
Subscribe to:
Posts (Atom)






































